Wataru Endo: Sang Gelandang Tangguh Kapten Samurai Biru
- Pengantar ke Dunia Wataru Endo
- Jejak Langkah Awal: Dari Shonan Bellmare ke Urawa Reds
- Menjejakkan Kaki di Eropa: Belgia dan Jerman
- Bergabung dengan The Reds: Tantangan dan Adaptasi di Liga Primer
- Analisis Gaya Bermain: Kenapa Dia Begitu Berharga?
- Kepemimpinan di Tim Nasional Jepang
- Di Luar Lapangan: Sosok Wataru Endo
- Wataru Endo: Inspirasi dari Negeri Matahari Terbit
Wataru Endo, sang gelandang tangguh kapten Samurai Biru, adalah salah satu nama yang sedang hangat diperbincangkan di dunia sepak bola, terutama sejak kepindahannya ke Liverpool. Saya pribadi mengikuti perjalanan kariernya sejak ia masih bermain di Jepang, dan melihat perkembangannya hingga kini bermain di level tertinggi sungguh menginspirasi. Bagaimana tidak, pemain asal Jepang ini telah membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk bersinar di liga top Eropa. Kisah Endo adalah tentang ketekunan, kerja keras, dan kemauan untuk terus beradaptasi.
Lahir pada 9 Februari 1993 di Yokohama, Kanagawa, Jepang, Endo memiliki tinggi 1,78 meter dan berposisi sebagai gelandang bertahan. Ia juga bisa bermain sebagai bek tengah, menunjukkan fleksibilitas yang sangat berharga bagi tim mana pun yang dibelanya. Perjalanan kariernya membawanya dari liga domestik Jepang ke kompetisi Eropa yang sengit. Mari kita selami lebih dalam profil Wataru Endo, menelusuri jejak kariernya, gaya bermainnya yang unik, dan perannya baik di level klub maupun internasional.
Jejak Langkah Awal: Dari Shonan Bellmare ke Urawa Reds
Karier profesional Wataru Endo dimulai di klub kampung halamannya, Shonan Bellmare. Ia bergabung dengan akademi klub tersebut pada tahun 2008 dan membuat debut di tim utama pada tahun 2010 saat usianya masih 17 tahun. Bersama Shonan Bellmare, Endo menghabiskan lima musim, mencatatkan 167 penampilan dan mencetak 23 gol. Ia berperan penting saat Shonan Bellmare menjuarai J2 League pada tahun 2014, membantu tim promosi kembali ke kasta tertinggi Liga Jepang.
Penampilannya yang konsisten menarik perhatian klub-klub besar di Jepang. Pada tahun 2016, Endo memutuskan untuk bergabung dengan Urawa Red Diamonds, salah satu klub paling sukses di J.League. Kepindahan ini menandai langkah maju dalam kariernya, memberinya kesempatan untuk bersaing di level yang lebih tinggi dan merasakan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif.
Bersama Urawa Red Diamonds, Wataru Endo terus menunjukkan kualitasnya. Ia membantu tim meraih beberapa gelar prestisius, termasuk Piala J.League pada tahun 2016 dan Liga Champions Asia pada tahun 2017. Pengalaman bermain di kompetisi kontinental ini memberinya eksposur internasional yang penting dan semakin mengasah kemampuannya. Selama dua tahun bersama Urawa Reds, ia tampil sebanyak 108 kali di semua ajang.
Menjejakkan Kaki di Eropa: Belgia dan Jerman
Setelah meraih kesuksesan di Jepang, Wataru Endo merasa siap untuk tantangan baru. Pada tahun 2018, ia mengambil langkah besar dengan hijrah ke Eropa, bergabung dengan klub asal Belgia, Sint-Truiden. Ini adalah momen krusial dalam kariernya, menempatkannya di lingkungan sepak bola yang berbeda dengan tuntutan fisik dan taktik yang lebih tinggi. Meskipun hanya satu tahun bermain di Belgia, ia berhasil mencatatkan 31 penampilan dan mencetak dua gol.
Performa apiknya di Belgia rupanya menarik perhatian klub-klub di liga yang lebih besar. Pada tahun 2019, Endo dipinjamkan ke klub Bundesliga Jerman, VfB Stuttgart. Kepindahan ini terbukti menjadi titik balik. Di bawah asuhan pelatih Pellegrino Matarazzo, Endo mulai mendapatkan kepercayaan dan menjadi pemain kunci di lini tengah Stuttgart. Ia membantu klub promosi ke Bundesliga pada akhir musim 2019/2020.
Melihat kontribusinya yang luar biasa, Stuttgart akhirnya mempermanenkan status Wataru Endo pada Juli 2020. Di Bundesliga, ia semakin menunjukkan kelasnya sebagai gelandang bertahan papan atas. Ia dikenal sebagai “Duel King” karena kemampuannya memenangkan duel perebutan bola. Pada musim terakhirnya di Jerman, ia bahkan dipercaya menjadi kapten tim, sebuah kehormatan yang menunjukkan betapa pentingnya dia bagi Stuttgart. Selama empat musim bersama Stuttgart, ia tampil sebanyak 133 pertandingan.
Bergabung dengan The Reds: Tantangan dan Adaptasi di Liga Primer
Musim panas 2023 menjadi momen yang tak terduga bagi banyak penggemar sepak bola. Liverpool, yang sedang mencari gelandang bertahan baru, secara mengejutkan merekrut Wataru Endo dari Stuttgart dengan biaya sekitar £16 juta atau sekitar 20 juta Euro. Transfer ini sempat menimbulkan pertanyaan, mengingat Liverpool sebelumnya dikaitkan dengan nama-nama yang lebih muda. Namun, Endo datang dengan segudang pengalaman dan reputasi sebagai pekerja keras di lini tengah.
Adaptasi di Liga Primer Inggris tentu bukan hal yang mudah. Intensitas dan kecepatan permainan di sana sangat tinggi. Namun, Wataru Endo menunjukkan kematangan dan profesionalismenya. Debutnya untuk Liverpool terjadi hanya sehari setelah kedatangannya, masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Bournemouth. Ia mencetak gol pertamanya untuk The Reds dalam pertandingan Liga Europa melawan Toulouse pada Oktober 2023.
Meski di awal musim ia belum selalu menjadi pilihan utama di bawah Jurgen Klopp, Endo membuktikan nilainya setiap kali diberi kesempatan. Ia bermain penuh selama 120 menit di final Carabao Cup 2024, di mana Liverpool berhasil mengalahkan Chelsea dan meraih trofi. Ini menjadi trofi pertamanya bersama Liverpool dan momen yang sangat berkesan baginya. Dalam sebuah wawancara, Endo mengungkapkan bahwa intensitas latihan di Liverpool membantunya beradaptasi dengan cepat di Premier League. “Kami berlatih seperti kami bermain di Liga Premier setiap hari — saya pikir itu membuat kami dan saya lebih kuat,” ujarnya.
Di bawah pelatih baru Arne Slot, Wataru Endo masih terus berusaha untuk mendapatkan tempat reguler. Meskipun kadang-kadang jarang dimainkan sebagai starter, ia tetap menjadi opsi penting di lini tengah dan bahkan sesekali bermain sebagai bek tengah. Kesediaannya untuk bermain di posisi yang berbeda demi tim menunjukkan profesionalismenya.
Analisis Gaya Bermain: Kenapa Dia Begitu Berharga?
Wataru Endo dikenal sebagai gelandang bertahan yang cerdas dan pekerja keras. Kemampuannya dalam membaca permainan dan memenangkan duel menjadi aset utama. Di Bundesliga, ia memuncaki daftar pemain yang paling banyak memenangkan duel selama dua musim berturut-turut. Ia juga unggul dalam merebut bola dan melakukan tekel.
Gaya bermain Wataru Endo di Liverpool, seperti yang dijelaskan oleh situs resmi Premier League, adalah mengambil bola-bola lepas dan mendistribusikan kembali penguasaan bola secara efisien. Ia mungkin bukan gelandang yang paling mencolok secara ofensif, tetapi kontribusinya dalam memutus serangan lawan dan menjaga keseimbangan tim sangat krusial. Statistik menunjukkan ia memiliki tingkat keberhasilan tekel yang baik dan rajin melakukan intersep serta pemulihan bola.
Menurut Endo sendiri, gaya bermainnya adalah “melakukan pekerjaan kotor” di lini tengah, menjaga koneksi dengan lini belakang, dan membantu rekan-rekan setimnya bermain lebih baik. Ia percaya bahwa untuk menjadi pemain top, seseorang harus baik dalam bertahan maupun menyerang, meskipun prioritas utamanya adalah pertahanan.

This image is a fictional image generated by GlobalTrendHub.
Kepemimpinan di Tim Nasional Jepang
Selain karier klub yang gemilang, Wataru Endo juga merupakan sosok penting di Tim Nasional Jepang, yang dijuluki Samurai Biru. Ia membuat debutnya untuk tim nasional pada tahun 2015. Sejak itu, ia telah mengumpulkan lebih dari 60 penampilan untuk Jepang dan berpartisipasi dalam dua edisi Piala Dunia FIFA dan dua Piala Asia AFC.
Pada Juni 2023, Wataru Endo ditunjuk sebagai kapten Tim Nasional Jepang. Ini adalah pengakuan atas kepemimpinan dan pengaruhnya di dalam tim. Sebagai kapten, ia menjadi contoh bagi rekan-rekannya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pengalamannya bermain di liga-liga top Eropa sangat berharga bagi skuad Jepang, yang kini banyak dihuni oleh pemain yang berkarier di luar negeri.
Endo memainkan peran kunci saat Jepang lolos ke Piala Dunia 2026, menjadi tim pertama yang memastikan tempat di turnamen tersebut. Ia juga menjadi sorotan menjelang pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Jepang di Piala Asia, di mana ia menegaskan target timnya untuk meraih kemenangan. Ia bahkan memuji antusiasme fans Indonesia.

This image is a fictional image generated by GlobalTrendHub.
Di Luar Lapangan: Sosok Wataru Endo
Di balik kegigihan dan fokusnya di lapangan, Wataru Endo juga memiliki kehidupan pribadi yang stabil. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan berdedikasi. Menariknya, ia memiliki hobi yang beragam, termasuk bermain Minecraft, belajar bahasa, dan berinvestasi saham.
Endo juga aktif dalam kegiatan filantropi, mendukung berbagai badan amal dan program. Komitmennya untuk memberikan dampak positif melampaui dunia sepak bola, menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Meskipun jadwalnya padat, ia tetap berusaha meluangkan waktu untuk keluarga dan membagikan beberapa momen pribadinya di media sosial.
Salah satu fakta menarik tentang Endo adalah bahwa ia dulunya tidak “terobsesi” dengan sepak bola di masa kecilnya, justru bermain berbagai olahraga lain sebelum akhirnya jatuh cinta pada sepak bola. Ia juga pernah mencoba seleksi untuk tim J.League namun gagal di tahap awal, menunjukkan bahwa perjalanannya tidak selalu mulus sejak awal. Idolanya di masa kecil adalah Shunsuke Nakamura, namun seiring waktu ia mulai mengagumi pemain-pemain di Premier League seperti Steven Gerrard, yang kini menjadi legenda di klubnya.
Wataru Endo: Inspirasi dari Negeri Matahari Terbit
Sebagai penutup, kisah Wataru Endo adalah cerita inspiratif tentang bagaimana ketekunan, kerja keras, dan kemauan untuk beradaptasi dapat membawa seseorang meraih impian. Dari klub lokal di Jepang hingga menjadi kapten tim nasional dan bermain untuk salah satu klub terbesar di dunia, Liverpool, perjalanan Endo adalah bukti nyata bahwa tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Gaya bermainnya yang lugas, kemampuannya memenangkan duel, dan kepemimpinannya di lapangan menjadikannya aset berharga. Terlepas dari tantangan adaptasi di liga baru atau perubahan taktik di bawah pelatih baru, Wataru Endo terus menunjukkan dedikasi dan profesionalisme. Bagi saya, Endo bukan hanya sekadar pemain sepak bola, tetapi juga simbol semangat juang dan kerendahan hati. Profil Wataru Endo ini semoga bisa memberikan gambaran lengkap tentang sosoknya yang luar biasa.