Ari Lasso: Perjalanan Panjang Sang Penjaga Hati

Ari Lasso: Perjalanan Panjang Sang Penjaga Hati

  1. Mengenal Lebih Dekat Sosok Ari Lasso
  2. Langkah Awal di Dunia Musik dan Bergabung dengan Dewa 19
  3. Era Keemasan Bersama Dewa 19
  4. Keluar dari Zona Nyaman: Perjuangan Melawan Keterpurukan
  5. Bangkit dan Bersinar: Kesuksesan sebagai Penyanyi Solo
  6. Karya Abadi: Lagu-Lagu Hits yang Dikenang
  7. Ciri Khas Vokal yang Menggugah Jiwa
  8. Kisah di Balik Panggung: Kehidupan Pribadi Ari Lasso
  9. Pengakuan atas Dedikasi dan Bakat
  10. Kembali ke Pelukan: Reuni dengan Dewa 19
  11. Warisan Musik Ari Lasso bagi Industri Tanah Air
  12. Ari Lasso: Lebih dari Sekadar Musisi

Ari Lasso adalah salah satu nama yang tak asing lagi di industri musik Indonesia. Saya tumbuh besar mendengarkan lagu-lagunya, baik saat ia masih bersama Dewa 19 maupun ketika bersolo karier. Sosok Ari Lasso memang punya daya tarik tersendiri, bukan hanya karena suara khasnya yang serak dan emosional, tetapi juga karena perjalanan hidupnya yang penuh liku. Lahir dengan nama lengkap Ari Bernardus Lasso pada 17 Januari 1973 di Madiun, Jawa Timur, ia telah menorehkan banyak prestasi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Masa kecil Ari Lasso diwarnai dengan perkenalannya terhadap musik dari berbagai genre, mulai dari rock klasik hingga pop, yang kelak membentuk selera musiknya. Ketertarikannya ini membawanya merantau ke Surabaya untuk menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Surabaya dan melanjutkan ke Universitas Airlangga. Di kota inilah, benih-benih karier musik profesionalnya mulai tumbuh.

Langkah Awal di Dunia Musik dan Bergabung dengan Dewa 19

Sebelum bergabung dengan Dewa 19, perjalanan Ari Lasso di dunia musik dimulai dari bangku sekolah. Ia sempat membentuk Outsider Band bersama Wawan Juniarso (drummer Dewa 19) dan Piyu (gitaris Padi). Pengalaman ini memberinya dasar yang kuat sebelum akhirnya bergabung dengan Lost Angels Band, yang kemudian menjadi cikal bakal Boomerang.

Titik balik karier Ari Lasso terjadi pada tahun 1991 ketika ia diajak bergabung dengan Ahmad Dhani, Erwin Prasetya, dan Andra Ramadhan untuk membentuk sebuah band yang kelak menjadi legendaris, yaitu Down Beat, yang kemudian dikenal sebagai Dewa dan akhirnya Dewa 19. Saya masih ingat betul bagaimana kehadiran Ari Lasso memberikan warna unik pada musik Dewa 19 di era awal mereka.

Era Keemasan Bersama Dewa 19

Bersama Dewa 19, Ari Lasso meraih popularitas yang luar biasa. Suara khasnya menjadi identitas kuat band ini pada era 90-an. Album-album seperti “Kangen” (1993), “Format Masa Depan” (1994), “Terbaik Terbaik” (1995), dan “Pandawa Lima” (1997) melahirkan banyak lagu hits yang masih relevan hingga kini. Siapa yang tidak tahu lagu “Kangen” atau “Cukup Siti Nurbaya”? Lagu-lagu tersebut menjadi soundtrack kehidupan banyak anak muda di era itu, termasuk saya.

Kemitraan Ari Lasso dengan Ahmad Dhani dalam menciptakan lagu menghasilkan karya-karya yang mendalam dan menyentuh. Album “Kangen” bahkan dinobatkan sebagai album terbaik oleh BASF pada tahun 1993. Di puncak popularitas, sulit rasanya membayangkan Dewa 19 tanpa Ari Lasso di posisi vokal.

A vibrant stage photo of Ari Lasso performing with Dewa 19 during a reunion concert, showing the energetic atmosphere and enthusiastic crowd.
This image is a fictional image generated by GlobalTrendHub.

Keluar dari Zona Nyaman: Perjuangan Melawan Keterpurukan

Di balik kesuksesan besar yang diraihnya, Ari Lasso harus menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya. Setelah album ketiga Dewa 19, ia mulai terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Kecanduan ini berdampak besar pada kehidupannya, bahkan menyebabkan hubungannya dengan personel Dewa 19 memburuk. Pada tahun 1999, di tengah penggarapan album “Bintang Lima”, Ari Lasso memutuskan untuk keluar dari Dewa 19.

Masa ini adalah periode terberat baginya. Ia sempat menghilang dan sulit dihubungi, menjalani rehabilitasi dan pengobatan alternatif untuk lepas dari jerat narkoba. Saya bisa membayangkan betapa beratnya perjuangan itu, ketika karier di ujung tanduk dan kesehatan terganggu. Namun, tekadnya untuk sembuh, terutama setelah berjanji pada ibundanya, menjadi kekuatan pendorong baginya untuk bangkit.

Bangkit dan Bersinar: Kesuksesan sebagai Penyanyi Solo

Setelah berhasil melewati masa kelamnya, Ari Lasso memulai babak baru dalam karier musiknya sebagai penyanyi solo. Langkah awalnya ditandai dengan berduet bersama Melly Goeslaw dalam lagu “Jika”, yang langsung meledak di pasaran dan membuktikan bahwa ia masih punya tempat di hati penikmat musik Indonesia.

Pada tahun 2001, ia merilis album solo perdananya yang berjudul “Sendiri Dulu”. Album ini sangat sukses secara komersial, terjual lebih dari 500.000 kopi, dengan hits seperti “Misteri Ilahi” dan “Penjaga Hati”. Judul “Sendiri Dulu” seakan menjadi penanda perjalanannya yang kini tidak lagi bersama Dewa 19, namun tetap produktif dan dicintai. Kesuksesan ini berlanjut dengan album-album berikutnya seperti “Keseimbangan” (2003) yang terjual lebih dari 800.000 kopi, “Kulihat, Kudengar, Kurasa” (2004), “Selalu Ada” (2006), “The Best of Ari Lasso” (2007), dan “Yang Terbaik” (2012).

Karya Abadi: Lagu-Lagu Hits yang Dikenang

Sebagai solois, Ari Lasso telah menelurkan banyak lagu hits yang menjadi favorit banyak orang. Lagu-lagu seperti “Hampa”, “Arti Cinta”, “Rahasia Perempuan”, “Mengejar Matahari”, dan duetnya bersama Bunga Citra Lestari dalam “Aku dan Dirimu” adalah beberapa contoh karya yang sangat populer. Lagu “Hampa” saja sudah didengarkan lebih dari 91 juta kali di Spotify. Ini menunjukkan betapa kuatnya koneksi lagu-lagu Ari Lasso dengan para pendengarnya.

Lirik-liriknya yang puitis dan penuh makna, dipadukan dengan aransemen musik yang indah, membuat lagu-lagu ini tak lekang oleh waktu. Saya pribadi punya kenangan tersendiri dengan lagu “Penjaga Hati”, yang liriknya terasa sangat pas dengan vokal Ari Lasso yang melengking di nada tinggi.

Ciri Khas Vokal yang Menggugah Jiwa

Salah satu hal yang paling menonjol dari Ari Lasso adalah gaya vokalnya yang khas. Suaranya yang serak, sedikit melengking di nada tinggi, dan penuh penjiwaan membuatnya mudah dikenali dan menyentuh hati pendengar. Ia mampu membawakan lagu-lagu balada dengan emosi yang dalam, namun juga kuat dalam lagu-lagu rock.

Ari Lasso sering menggunakan teknik vokal yang disebut overdrive, yang membuat artikulasinya jelas bahkan saat bernyanyi di nada tinggi. Hal ini sangat cocok dengan lirik-lirik lagu Dewa 19 dan lagu solonya yang puitis, membuat setiap kata tersampaikan dengan baik. Bahkan sesama musisi seperti Once Mekel mengakui kemampuan vokal Ari Lasso yang tetap prima di usianya.

Kisah di Balik Panggung: Kehidupan Pribadi Ari Lasso

Selain karier musiknya yang gemilang, kehidupan pribadi Ari Lasso juga sempat menjadi sorotan. Ia menikah dengan Vitta Dessy secara diam-diam pada tahun 1999. Pernikahan ini sempat menimbulkan kontroversi karena perbedaan keyakinan dan Vitta yang saat itu sedang mengandung.

Meskipun menghadapi tantangan, Ari Lasso dan Vitta dikaruniai beberapa anak. Saya ikut prihatin mendengar kabar Vitta sempat mengalami keguguran. Namun, mereka berhasil melewati masa-masa sulit tersebut. Ari Lasso dikenal sangat dekat dengan keluarganya dan sering membagikan momen kebersamaan mereka di media sosial.

Selain itu, Ari Lasso juga terbuka mengenai perjuangannya melawan ketergantungan narkoba, yang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Pada tahun 2021, ia juga divonis menderita kanker limfoma dan harus menjalani kemoterapi. Syukurlah, pada Juli 2022, ia mengumumkan bahwa pengobatannya telah selesai dan dinyatakan sembuh.

A candid portrait of Ari Lasso in a relaxed setting, perhaps with his family, conveying warmth and resilience after overcoming personal challenges.
This image is a fictional image generated by GlobalTrendHub.

Pengakuan atas Dedikasi dan Bakat

Dedikasi dan bakat Ari Lasso di dunia musik telah diakui dengan berbagai penghargaan. Ia telah meraih beberapa kali penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI), termasuk untuk kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik. Penghargaan ini menjadi bukti kontribusinya yang signifikan bagi industri musik Indonesia.

Beberapa penghargaan AMI yang diraihnya antara lain Lagu Pop Progresif Terbaik (bersama Melly Goeslaw untuk lagu “Jika”), Artis Solo Alternatif Pria/Wanita Terbaik, dan Artis Solo Pria Pop Terbaik. Ini menunjukkan keberagaman genre musik yang berhasil ia bawakan dengan baik.

Kembali ke Pelukan: Reuni dengan Dewa 19

Meskipun telah sukses dengan karier solonya, hubungan Ari Lasso dengan mantan personel Dewa 19 tetap terjalin baik. Dalam beberapa tahun terakhir, ia sering tampil kembali bersama Dewa 19 dalam konser reuni, membawakan lagu-lagu hits mereka di era Ari Lasso.

Penampilan reuni ini selalu disambut antusias oleh para penggemar yang rindu melihat formasi klasik Dewa 19. Momen-momen ini menjadi bukti bahwa musik mereka, dan kontribusi Ari Lasso, punya tempat spesial di hati para Baladewa (penggemar Dewa 19) dan penikmat musik Indonesia pada umumnya.

Warisan Musik Ari Lasso bagi Industri Tanah Air

Dengan perjalanan karier yang panjang dan penuh warna, Ari Lasso telah meninggalkan warisan penting bagi industri musik Indonesia. Suara dan lagu-lagunya telah menginspirasi banyak musisi muda. Kemampuannya untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman menunjukkan kualitas seninya yang luar biasa.

Dari era kejayaan Dewa 19 hingga kesuksesan sebagai solois, Ari Lasso membuktikan bahwa bakat, kerja keras, dan kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan adalah kunci untuk bertahan di industri yang kompetitif. Lagu-lagunya terus diputar dan dinikmati oleh berbagai generasi, menjadikannya salah satu ikon musik pop rock Indonesia.

Ari Lasso: Lebih dari Sekadar Musisi

Sebagai penutup, Ari Lasso bukan hanya seorang musisi dengan suara emas, tetapi juga sosok yang menginspirasi. Perjalanan hidupnya, mulai dari meraih puncak kesuksesan bersama Dewa 19, menghadapi tantangan berat dalam hidup, hingga bangkit dan sukses sebagai penyanyi solo, memberikan banyak pelajaran berharga. Kemampuannya untuk terus berkarya dan beradaptasi, serta keterbukaannya tentang perjuangan pribadinya, menjadikannya panutan. Ari Lasso akan selalu dikenang sebagai “Penjaga Hati” yang melalui musiknya, ia telah menyentuh dan mewarnai kehidupan banyak orang di Indonesia.

Leave a Comment